Vitamin C Sebagai Suplemen Cegah Virus Corona

Virus corona merupakan salah satu virus yang kini telah mengancam seluruh dunia termasuk Indonesia. Virus ini memberikan gejala seperti orang yang sedang pilek dan flu. Berdasarkan suatu studi penelitian menunjukkan setiap dosis vitamin C akan mempengaruhi penurunan gejala. Tubuh setidaknya membutuhkan 200 mg vitamin C setiap harinya sehingga akan meminimalisir resiko batuk pilek. 200 mg setiap hari akan mengurangi gejala batuk dengan rata-rata 8% untuk orang dewasa dan 14% bagi anak-anak. Sesuai dengan nutrisi klinis pada Harvard affiliated Beth Israel Deaconess Medical Center mengatakan bahwa orang yang mengalami batuk pilek tidak akan bekerja dan dengan 6 gram akan mengurangi 17%.

Walaupun vitamin C tidak mampu menyembuhkan Covid-19 namun memberikan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi kuman, virus hingga bakteri. Manfaat dari vitamin C adalah mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga akan membantu tubuh melawan berbagai infeksi dan membantu cara kerja sel natural killer yang berbahaya untuk tubuh. Vitamin C akan memberikan dukungan kerja neutrofil yang akan memberikan respon terhadap serangan virus maupun bakteri. Vitamin C akan membentuk antibodi peningkat kekebalan tubuh. Vitamin C akan menyembuhkan penyakit ringan yang menyerang pernapasan, termasuk infeksi paru-paru dan pnemonia dengan penurunan gejala.

Vitamin C akan membantu tubuh untuk mendapatkan kesehatan kulit yang lebih baik. Vitamin C juga akan memperbaiki jaringan yang rusak termasuk proses dalam penyembuhan luka untuk memberikan perawatan kesehatan gigi, tulang rawan dan tulang. Vitamin C memiliki antioksidan untuk menangkal radikal bebas yang dihadapi orang yang sedang berada diluar sehingga mampu menghadapi berbagai asap rokok dan kendaraan. Radikal bebas ini akan mencegah penyakit gangguan jantung, arthritis dan kanker.

Untuk melawan virus corona maka tubuh membutuhkan vitamin C untuk mendapatkan daya tahan tubuh yang baik. Vitamin C dapat diperoleh dari buah, sayuran dan suplemen. Perempuan dewasa setidaknya membutuhkan 75 mg vitamin C dan laki-laki dewasa membutuhkan 90 mg. Jika menambahkan dosis harian lebih banyak tidak masalah semasa berada dibawah batas aman 2000 mg setiap hari. Beberapa virus bertahan pada permukaan barang selama 24 jam dan kondisi ini membuat tubuh akan mudah terinfeksi. Vitamin C akan bertahan dalam tubuh selama 24 jam dan asam askorbat dengan ph netral dan suplemen vitamin C tidak akan menyebabkan perih di bagian lambung. Untuk mencegah virus yang menular melalui batuk serta sentuhan tangan yang telah terkontaminasi virus. Sebelum berpergian sebaiknya selalu sediakan masker untuk tetapi melindungi mulut dan hidung.

Jika mengonsumsi vitamin C lebih dari kandungan 1000 mg yang mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit, diare, sakit perut, muntah, mual dan kembung. Selain itu, jika mengalami kelebihan kandungan vitamin C akan menyebabkan refluks asam lambung dengan gejala sulit menelan, dan menyebabkan mulut terasa pahit dan asam serta kerongkongan panas. begitu juga dengan gejala sakit kepala, batu ginjal, susah tidur dan gila darah naik.

Selain mengonsumsi vitamin C, untuk mencegah virus corona dengan cara mencuci tangan. Cuci tangan merupakan upaya dalam mencegah diri dengan serangan penularan. Oleh karena itu sebaiknya tidak menyentuh bagian hidung, mata dan mulut sebelum mencuci tangan karena akan menjaga kebersihan tubuh. Mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir dan jika terdapat sabun sebaiknya menggunakan hand sanitizer untuk tetap menjaga imunitas tubuh.